Analisis Profitabilitas Pada PT Budi Starch & Sweetener Tbk: Perspektif Biaya, Laba, dan Profitabilitas Pelanggan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas PT Budi Starch & Sweetener Tbk selama periode 2021–2025 berdasarkan tiga perspektif, yaitu biaya, laba, dan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian perusahaan selama periode pengamatan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan membandingkan perkembangan biaya produksi, menghitung rasio profitabilitas, serta mengidentifikasi kontribusi penjualan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya produksi didominasi oleh pemakaian bahan baku dengan proporsi sebesar 76,44%–85,28% dari total biaya produksi. Tekanan biaya tertinggi terjadi pada 2024, ketika beban pokok penjualan mencapai 89,50% dari pendapatan usaha, sejalan dengan gangguan pasokan singkong akibat dampak El Nino. Dari perspektif laba, Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), dan Net Profit Margin (NPM) mencapai titik terendah pada 2024, kemudian meningkat masing-masing menjadi 13,94%, 6,93%, dan 3,55% pada 2025. Namun, peningkatan laba bersih pada 2025 turut dipengaruhi oleh keuntungan penjualan tanah yang bersifat tidak berulang. Dari perspektif pelanggan, PT Sungai Budi menyumbang 61,89%–78,80% dari total penjualan, sehingga menunjukkan tingginya konsentrasi pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profitabilitas perusahaan dipengaruhi oleh pengendalian biaya bahan baku, efisiensi operasional, dan struktur pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat efisiensi biaya serta melakukan diversifikasi pelanggan untuk menjaga keberlanjutan profitabilitas.
// Source
Authors: Mas’udah Imami Yazid, Alifia Werdhy Lestari, Aura Putri Cantika Wardhani, Risky Budianto
Institutions: Universitas Negeri Surabaya